Kamis, 27 Oktober 2011

MICE ONLINE 1

TUGAS SKY LINE BLOCK


 untuk melakukan ikatan Ahli Geologi Asia Pasific “Regional Scientific Meeting” on applied geology di Jakarta tepatnya di Skyline Block Convention Center yang berlokasi di Jakarta Selatan. saya bertindak sebagai staf inti dari Sky Line Block yang menjadi tangan kanan Mr.Ross, mempunyai gambaran layuot ruang konvensi skala sedang sebagai berikut:

disinilah tempat duduk untuk para peserta yang akan mengikuti pertemuan ini. disini saya akan menjelaskan tentang ruangan ini.diruangan ini terdapat meja dan kursi untuk para peserta, dibagian paling depan terdapat white board untuk pemantulan cahaya untuk proyektor dan disini saya akan menambahkan mimbar,dan juga menambahkan air minum beserta gelasnya disetiap mejanya tidak lupa saya memberikan tempat sampah untuk kebersihan area tempat pertemuan ini. ada juga bentuk layout seperti ini:

layout ini tidak menggunakan meja untuk para peserta,tetapi hanya disediakan kursi saja.di dalam layout ini ada white board,meja podium/mimbar dan untuk fasilitas penunjangnya saya menambahkan mini garden,agar tempat ini kelihatan lebih indah,beserta bunga diatas meja podium,bulletin board.didalam pembuatan layout harus saya perhitungkan berapa banyaknya peserta yang mengikuti metting ini,berapa skala/tempat yang akan dipakai perorang.
dan bisa juga menggunakan layout sebagai berikut:





untuk akomodasi tempat peristirahatan yang saya berikan untuk para peserta tidak jauh dari tempat pertemuan/metting.dan untuk tempat akomodasi saya akan mementingkan fasilitas penunjang karena peserta tidak hanya membawa dirinya masing-masing tetapi peserta juga membawa accompanying person maka dari itu saya juga akan memilih akomodasi yang terdapat swiming pool beserta mini garden untuk anak-anak bermain.untuk perencanaan makan para peserta saya memberikan makanan pagi, siang,malam beserta coffe break.dan disini saya memperhitungkan makanan apa saja yang akan saya berikan ke peserta dan berapa harganya setiap peserta.jika ada peserta yang diet,maka saya akan memberikan menu berupa vegetarian yang tidak banyak menggunakan gula.dan saya akan memberikan makanan yang berprotein terlebih dahulu dari pada korbohidrat.
untuk makan pagi saya akan memberikan makanan-makanan yang akan membuat peserta tidak merasakan kantuk.seperti buah,mufiin dan teh.
untuk makan siang disini saya memberikan karbohidrat agar peserta tidak merasakan rasa bosen,jenuh dan kantuk.utnuk makanan disiang hari hari lebih dipertimbangkan matang-matang karena masih ada pertemuan berikutnya.
untuk makan malam saya akan memberikan makanan yang akan mengembalikan energi peserta.


untuk rencana kegiatan rekreasi saya akan memberi waktu 1hari yaitu hari terakhir dan juga saya memberikan pertunjukan-pertujukan yang tidak kalah serunya agar peserta tidak merasakan bosan. yaitu pertunjukan seni dari indonesia(tarian adat,lagu-lagu indonesia)dan  juga saya akan membawa peserta untuk pergi ke monas(monumen nasional)beserta sejarah akan saya berikan kepada peserta.untuk transportasi kesana saya akan mengadakan bus jemputan untuk para peserta.dan saya akan membawa peserta ketempat rekreasi yang ada di indonesia seperti di bandung dan mereka pun bisa membeli oleh-oleh utnuk sanak sodara.




dan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Lokasi Meeting
2. Jarak dan alokasi waktu
3. Daftar tempat peserta menginap
4. Ketersediaan dan jenis kendaraan yang dipergunakan
5. Biaya yang harus dikeluarkan untuk shuttle service.
6. Serta rekreasi
7. Aktifitas lainya yang dapat diusulkan pada komite lokal.
8. Penanganan Peserta Konvensi
9. Penanganan Permintaan Khusus
10. Program Khusus

 

Selasa, 25 Oktober 2011

KULIAH ONLINE


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. 

Keberhasilan yang lebih besar dicapai dalam usaha peningkatan efisiensi atau peningkatan pengembalian atau investasi. Sekarang sangat susah untuk menentukan nilai rupiah dari output subsystem CBIS berorientasi informasi seperti SIM, DSS, dan system berbasis pengetahuan. Sebaliknya, bobot yang lebih besar diberikan pada ukuran-ukuran subyektif. CBIS berkembang melalui tahap-tahap : perencanaan ,analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Tahap-tahap ini disebut siklus hidup system dan dapat dilakukan oleh pemakainya sendiri atau pemakai bekerja sama dengan specialist informasi. Bahkan apabila system dikembangkan bersama-sama manajerlah yang bertanggung jawab atas tiap tahap siklus hidup system.

KOMUNIKASI RANTAI TRADISONAL


Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS identik dengan organisme hidup yakni lahir, tumbuh, matang, berfungsi dan mati. Proses evolusi tersebut dinamakan siklus hidup sistem (system life cycle – SLC).
Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari :
Ø Tahap Perencanaan,
Ø Tahap Analisis,
Ø Tahap Rancangan,
Ø Tahap Penerapan,
Ø Tahap Penggunaan.

SLC CBIS



Ada Lima Golongan Spesialis Informasi:
  •  Analis sistem bekerjasama dengan pemakai guna mengembangkan sistem baru dan memperbaiki sistem yang sekarang. Mereka merupakan pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis mengenai cara komputer membantu pemecahan masalah. 
  •  Pengelola basis data bekerjasama dengan pemakai dan sistem analis dalam membuat basis data yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi bagi pemakai. Basis data adalah suatu kumpulan data yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali serta pengelolaannya.
  •  Spesialis jaringan bekerja sama dengan analis sistem dan pemakai membentuk jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumberdaya komputer yang tersebut.
  •  Programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk membuat kode instruksi sehingga komputer dapat mengubah data menjadi informasi yang diperlukan pemakai.Operator mengoperasikan peralatan komputer berskala besar. 
  •  Operator memantau layar komputer, mengganti ukuran kertas di printer, mengelola perpustakaan dan tugas-tugas serupa lainnya.

Minggu, 23 Oktober 2011

TUGAS PERTEMUAN KE 5


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 1. Apa tujuan dari informasi perlu diamankan ? Jelaskan dan berikan contoh jawaban anda?

JAWABAN:
Menurut saya sistem adalah suatu elemen yang bekerja sama dalam sebuah bidang untuk mencapai tujuan yang harus dicapai. Dan dalam manajemen control ini, yang harus diamankan adalah “informasi” dari sebuah sistem tersebut tujuan dari informasi sangatlah perlu,Sistem keamanan informasi dibuat aman sedemikian rupa, tetapi tidak menutup kemungkinan keamanan sistem tersebut dijebol oleh para penyusup, karena mahal dan pentingnya informasi tersebut bagi perusahaan yang memilikinya, semakin bernilai sebuah informasi maka akan semakin diburulah informasi tersebut oleh para pedagang informasi di dunia.Untuk itu, jaringan komputer harus dianalisa untuk mengetahui apa yang harus diamankan, untuk apa diamankan, seberapa besar nilainya, dan siapa yang bertanggung jawab terhadap data dan asset-aset lain di dalam jaringan komputer tersebut. yang harus dimengerti untuk keamanan dari suatu sistem yaitu kita harus bisa lihat resiko,ancaman,dan kelemahan.bukan hanya dari luar bisa saja orang dalam yang kita percayai bisa saja membocorkan rahasia perusahaan atau bisa juga dari virus.contoh: dalam suatu perusahaan mempunyai dokumen-dokumen seperti infentaris perusahaan serta anggaran-anggaran yang berharga tetapi jebol karena ulah manusia.haruslah kita mengcopy data tersebut agar tidak sulit jika ada kejadian yang tidak diinginkan perusahaan.


2.  Apa yang dilakukan oleh manager apabila informasi akurat, tidak aman dan relevan ?
 JAWABAN:
Yang harus di lakukan manager apabila mendapatkan suatu informasi yang kurang akurat dan tidak relevan adalah melakukan suatu tindakan dengan cara mengevaluasi kembali informasi yang di dapat agar informasi tersebut dapat di ralat sehingga menjadi informasi yang akurat. seandainya jika memang informasi tersebut tidak dapat di pakai maka manager harus mengganti dan mencari informasi yang baru up todate, dan akurat.

3.  Bagaimana tahapan2 dalam mengamankan informasi ? Jelaskan ?
JAWABAN:Secara umum ada enam (6) langkah besar yang mungkin bisa digunakan untuk mengamankan jaringan & sistem komputer dari serangan hacker. Adapun langkah tersebut adalah:
Langkah 1: Membuat Komite Pengarah Keamanan.
Komite pengarah sangat penting untuk dibentuk agar kebijakan keamanan jaringan dapat diterima oleh semua pihak. Agar tidak ada orang terpaksa, merasa tersiksa, merasa akses-nya dibatasi dalam beroperasi di jaringan IntraNet mereka.  Dengan memasukan perwakilan dari semua bidang / bagian, maka masukan dari bawah dapat diharapkan untuk dapat masuk & di terima oleh semua orang.


Langkah 2: Mengumpulkan Informasi
Sebelum sebuah kebijakan keamanan jaringan di implementasikan, ada baiknya proses audit yang lengkap dilakukan. Tidak hanya mengaudit peralatan & komponen jaringan saja, tapi juga proses bisnis, prosedur operasi, kesadaran akan keamanan, aset. Tentunya proses audit harus dari tempat yang paling beresiko tinggi yaitu Internet; berlanjut pada home user & sambungan VPN. Selain audit dari sisi external, ada baiknya dilakukan audit dari sisi internet seperti HRD dll.

Langkah 3: Memperhitungkan Resiko
Dengan mengambil hasil dari langkah audit yang dilakukan sebelumnya, kita dapat memfokuskan pada solusi yang sifatnya macro & global terlebih dulu tanpa terjerat pada solusi mikro & individu.


Langkah 4: Membuat Solusi
Pada hari ini sudah cukup banyak solusi yang sifatnya plug’n’play yang dapat terdapat di pasar. Sialnya, tidak ada satu program / solusi yang ampuh untuk semua jenis masalah. Oleh karena kita kita harus pandai memilih dari berbagai solusi yang ada untuk berbagai kebutuhan keamanan. Beberapa di antaranya, kita mengenal:
·        Firewall.
·        Network Intrusion Detection System (IDS).
·        Host based Intrusion Detection System (H-IDS).
·        Application-based Intrusion Detection System (App-IDS).
·        Anti-Virus Software dll.

Langkah 5: Implementasi & Edukasi / Pendidikan.
Setelah semua support diperoleh maka proses implementasi dapat di lakukan. Proses instalasi akan sangat tergantung pada tingkat kesulitan yang harus di hadapi. Satu hal yang harus di ingat dalam semua proses implementasi adalah proses pendidikan / edukasi jangan sampai dilupakan. 

Langkah 6: Terus Menerus Menganalisa, dan Meresponds.
Sistem selalu berkembang, oleh karena itu proses analisa dari prosedur yang dikembangkan harus selalu dilakukan. Selalu berada di depan, jangan sampai ada yang tertinggal


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN



TUGAS PERTEMUAN KE 4

1. Dua bentuk keputusan yaitu tidak terstruktur dan terstruktur. Kenapa tingkatan atas lebih 
    banyak berhubungan dengan keputusan tidak terstruktur, sedangkan manajer bawah lebih 
    banyak berhubungan dengan keputusan terstruktur?

    JAWABAN:
            Keputusan dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu keputusan tidak terstruktur                
         dan keputusan terstruktur:
  • Keputusan Tidak Terstruktur (unstructured decision) adalah keputusan yang pengambilan keputusannya harus memberikan penilaian, evaluasi, dan pengertian untuk setiap pemecahan masalahnya. Setiap keputusan ini adalah baru, penting, dan tidak rutin serta tidak ada pengertian yang dipahami benar atau prosedur yang disetujui bersama dalam pengambilannya. contoh:kerjasama antara perusahaaan lainnya.
  • Keputusan Terstruktur (structured decision) adalah keputusan yang pengambilan keputusan yang sifatnya berulang dan rutin, serta melibatkan prosedur yang jelas dalam setiap pengambilan keputusannya sehingga tidak perlu diperlakukan seakan-akan masih baru. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tingkat bawah. Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,kenaikan gaji,kenaikan jabatan pegawai dll.

2 Apa yang dimaksud dengan Sistem Pendukung Keputusan, Jelaskan jawaban anda dengan 
   contoh pada kasus yang anda ketahui!

    JAWABAN:

         Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilahManagement Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. 
menurut Man dan Watson :
Sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.
menurut Turban & Aronson (1998) :
Sistem penunjang keputusan sebagai sistem yang digunakan untuk mendukung dan membantu pihak manajemen melakukan pengambilan keputusan pada kondisi semi terstruktur dan tidak terstruktur. Pada dasarnya konsep DSS hanyalah sebatas pada kegiatan membantu para manajer melakukan penilaian serta menggantikan posisi dan peran manajer.
contoh: sekarang ini aplikasi yang ada dikomputer sangat lah banyak.sehingga mempermudah pemesanan tanpa manual seperti dulu.bahkan sekarang cara pembayarpun bisa kelihatan dari sistem komputer. contoh tempat usaha yang menggunakan aplikasi ini yaitu pizza hut.sehingga mempermudah atasan untuk mengontrol pendapatan dan cost yang ada.



Minggu, 16 Oktober 2011



SISTEM INFORMASI MANAJEMEN(Tugas pertemuan ke 3)
SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk  pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap”pengambilan keputusan”. Semua organisasi membutuhkan  informasi yang membantu manajer untuk  mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan berfungsi untuk melihat perkembangan suatu organisasi baik dalam jangka pendek bahkan sampai jangka panjang.
Contoh dalam proposal penelitian, setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. Misalnya penelitian tentang SDM, maka masalah SDM, harus ditunjukan dengan data. Masalah SDM misalnya, berapa jumlah SDM yang terbatas, jenjang pendidikan yang rendah, kempetensi dan produktivitas yang masih rendah. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain, atau dari dokumentasi. Data yang harus diberikan harus up to date, lengkap dan akurat. Jumlah data masalah yang dikemukakan tergantung pada jumlah variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti.
Up to date:informasi yang disajikan yang terbaru
Lengkap dan akurat:informasi itu sesuai dengan tujuan yang di harapkan.
Planning:artinya memiliki perencanaan baik waktu yang jelas dalam mengambil keputusan
Controlling:di lakukanya pengoreksian dalam suatu organisasi selain itu berfungsi untuk mengaudit suatu masalah.
Organizing:agar tujuan dapat tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian.dalam perusahaan memiliki sturktur organisasi yang kemudian dijelaskan menjadi berbagai jabatan.yang biasanya memiliki tugas dan tanggung jawabnya sendiri-sendiri.

Contoh kasus:
Sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang batu bara ,  PT. INTERNUSA TAMBANG.  Melakukan pelatihan khusus kepada seluruh karyawan , pelatihan tersebut meliputi penginput data ekspor impor barang  agar perusahaan tersebut dapat mengoptimalkan penggunaan komputerisasi . Pelatihan ini bertujuan agar setiap karyawan mampu bekerja dengan komputer, sehingga tidak perlu mencatat data tersebut secara manual yg dapat menguras waktu dan tenaga. Maka dari itu diperlukanlah software ekspor impor barang, yang meliputi penginputan, sorting, update dll.
Dapat kita jelaskan implementasi sistem yang merupakan tahap akhir dalam siklus hidup pengembangan sistem (SDLC).

Sabtu, 15 Oktober 2011

tugas sim pertemuan ke 2


tingkatan management dalam organisasi

pemimpin itu sendiri dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tingkatan. Sehingga kemampuan yang harus dimilikinya pun tentu berbeda.
Adapun tingkatan kepemimpinan atau manajemen terdiri dari:
1. Top Management (Manajemen Tingkat Atas)
2. Middle Management (Manajemen Tingkat Menengah)
3. Lower Management (Manajemen Tingkat Rendah).
Jumlah manajemen pada setiap tingkatan tergantung pada besar kecilnya suatu organisasi atau instansi. Namun demikian, biasanya Top Management jumlahnya akan lebih sedikit dari pada Middle Management, dan Middle Management lebih sedikit daripada Lower Management.
Jadi semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak memerlukan keterampilan administrasi/manajemen, tetapi keterampilan operasionalnya semakin rendah. Sebaliknya semakin rendah kedudukan seseorang, maka keteramplian operasionalnya semakin tinggi, sedangkan keterampilan administrasinya/manajemennya makin rendah.Dengan bahasa yang sederhana, sebetulnya ketiga jenis tingkatan manajemen tersebut bekerja pada waktu yang sama, tetapi jenis kegiatannya berbeda. Manajemen Tingkat Atas lebih banyak bekerja dengan pikiran, sedikit sekali bekerja secara fisik atau tenaga. Manajemen Tingkat Menengah, antara kerja pikir dengan kerja fisik boleh dikatakan seimbang. Sedangkan Manajemen Tingkat Bawah, bekerja dengan pikiran sedikit sekali, sementara dengan fisik atau tenaga amat besar/banyak.


Pembagian tugas manajemen terhadap organisasi:
1. Manajemen Puncak (Top Management)

Manajemen Top Level terdiri dari Dewan Direksi (BOD) dan Chief Executive Officer(CEO). Chief Executive Officer juga disebut General Manager (GM) atau Managing Director (MD) atau PresidenDireksi adalah wakil dari Pemegang Sahamyaitu mereka dipilih oleh Pemegang Saham perusahaan. Demikian pula, Chief Executive Officer dipilih oleh Dewan Direksi dari suatu organisasi
Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang ditmbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tinggkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya. Misal:
2. Manajemen Menengah (Middle Management)Manajemen Tingkat Tengah terdiri dari para Kepala Departemen (Hod), Manajer Cabangdan Eksekutif Junior. Kepala Departemen Keuangan yang Manajer, Manajer Pembeliandll Manajer Cabang adalah kepala unit cabang atau lokalPara eksekutif Junior Manajer Asisten KeuanganAsisten Manajer Pembeliandll Manajemen tingkat Tengah dipilih oleh Management Levels Top Level.

Manajemen menengah harus memeiliki keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan reana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.
3. Manajemen Bawah/Lini (Low Management)

Manajemen tingkat yang lebih rendah terdiri dari mandor dan SupervisorMereka dipilih oleh manajemen tingkat menengahHal ini juga disebut Operatif / Pengawas tingkat atau First Line Management
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tngkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yahng mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.